Kisah Lina Marlina dan “MAVEE” Bagi Lina Marlina, yang akrab dipanggil Uti Lina, pendiri Traditional Batik House, batik adalah sebuah kesenian yang adiluhung dan merupakan proses penemuan kembali jati diri dalam sebuah metamorfosa. Hal inilah yang menginspirasi logo kupu-kupu di Traditional Batik House. Kupu-kupu merepresentasikan sebuah proses metamorfosa.
Membatik memerlukan kesabaran, ketelitian, dan konsistensi. Kemampuan mengendalikan emosi adalah syarat utama dalam proses membatik. Batik “berbicara” sendiri tentang pencipta dan pemakainya.
“MAVEE” dipilih oleh Uti Lina karena memiliki arti yang sangat dalam. “MAVEE” merupakan harapan untuk sesuatu yang memiliki manfaat besar, sehingga akan memperoleh kesuksesan yang tidak didapat dengan mudah. “MAVEE” juga bermakna keberuntungan yang diinspirasi dari kemandiriannya yang kuat.
Perjalanan Uti Lina dalam Dunia Batik
Uti Lina mulai mengenal batik pada tahun 2013. Seiring berjalannya waktu, Uti Lina mulai membentuk kelompok pembatik “Sekar Jatimas” dan mengetuai kelompok tersebut. Sambil mengikuti berbagai jenis kegiatan yang berkaitan dengan produksi batik, Uti Lina mulai masuk ke dalam asosiasi batik di Sleman, Yogyakarta, dengan nama “Muktimanunggal” dan Uti pun berjejaring di dalamnya.
Setelah tiga tahun berlalu, Uti Lina memiliki keinginan untuk bergerak secara mandiri namun tetap berintegrasi bersama kelompok yang membesarkannya. Maka, pada November 2016, Uti Lina mulai memperkenalkan produksi batiknya sendiri dengan merek “Traditional Batik House”.
Keunikan “Traditional Batik House” adalah penggunaan warna alam, seperti: Indigo, Jolawe, Tingi, Jambal, Tegeran, Daun Mangga, Soga, dan Merbau. Selain itu, teknik yang digunakan adalah teknik kerok yang merupakan warisan leluhur yang sudah mulai ditinggalkan. Karakter warna yang ditonjolkan juga menerapkan pewarnaan Bulao Ngora pada setiap karyanya.
Selain melakukan produksi kain batik, Traditional Batik House juga melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti workshop batik dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengedukasi mengenai batik. Traditional Batik House juga tergabung dalam Asosiasi Sayuk Rukun yang bergerak di bidang belajar mengajar batik.
Produk-produk Traditional Batik House sudah diikutsertakan dalam berbagai acara baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.
Jika anda ingin berdiskusi lebih lanjut dengan MAVEE, jangan sungkan untuk menghubungi kami.